Early Learning Centre

Jalan Tukad Badung IXA No.12

Denpasar Selatan, Bali 80226

Primary School

Jalan Tukad Badung IXA No.7

Denpasar Selatan, Bali 80226

  • Black Facebook Icon
  • Black Instagram Icon

Stella Mundi 2017. All Rights Reserved.

Sekolah Stella Mundi

Terms and Conditions
Quick Links

Parent-Teacher Social Event

09.09.2017

1/10
Please reload

Latest News

Melatih Disiplin Dari Hati

14.03.2017

 

Ada sebuah metode disiplin yang tidak hanya mengoreksi  perilaku buruk anak, tetapi juga membentuk karakter dan hati anak. Tidak hanya itu saja, metode disiplin ini juga mengajak orang tua dan pendidik untuk menilik karakter, hati dan perilaku sehari-hari yang mempunyai dampak terhadap anak. Pada saat yang sama, metode disiplin ini juga melatih anak untuk mempunyai tanggung jawab, memiliki rasa hormat dan memberikan kontribusi positif pada lingkungan sekitarnya. Metode ini disebut dengan Disiplin Positif.

 

Metode disiplin lainnya, kebanyakan hanya berusaha mengoreksi perilaku buruk pada anak. Seperti teknik time out yang biasanya bersifat reaktif. Artinya, teknik tersebut hanya diterapkan ketika anak berperilaku buruk. Pernahkan Anda menerima perlakuan time out oleh anak Anda sendiri? Kemudian Anda frustasi karena ia menggunakan metode yang seharusnya memberikan efek jera kembali kepada Anda.

 

Metode Disiplin Positif

Dikembangkan oleh dua psikiater dan pendidik asal Austria Rudolf Dreikurs serta dokter dan psikoterapis Alfred Adler, metode Disiplin Positif menekankan pentingnya mengembangkan keterampilan hidup dan cara bersosialisasi berasaskan saling menghormati bagi anak dan orang dewasa. Disiplin yang positif mendorong anak untuk memilih perilaku baik hati dan saling menghormati, bukan karena insentif atau hukuman, tapi karena motivasi yang datang dari dirinya sendiri.

 

Berbagai penelitan mengenai perkembangan anak menemukan bahwa anak telah dibentuk oleh Sang Pencipta untuk membangun hubungan dengan lingkungan dan komunitas di sekitar mereka. Anak yang mempunyai rasa memiliki dalam komunitas mereka – dimulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah – akan memiliki perilaku yang baik.

 

Disiplin yang positif mengandung pandangan bahwa disiplin itu harus diajarkan dan disiplin itu melatih. Artinya, disiplin yang positif pertama meminta kita sebagai orang tua dan pendidik untuk menumbuhkan rasa saling menghormati. Sebagai orang dewasa, kita harus terus menjadi panutan dalam menunjukkan komitmen dan keteguhan (firmness) dengan menghormati diri kita sendiri dan kondisi situasi yang dihadapi, serta menunjukkan kebaikan (kindness) dengan menghormati kebutuhan anak.

 

Metode yang Efektif

Disiplin positif tidak melihat perilaku anak yang buruk sebagai upaya untuk membuat hidup orang tua menjadi lebih sulit, tapi merupakan a cry for help. Dengan mengidentifasi penyebab perilaku buruk pada anak, metode Disiplin Positif menjadi efektif, karena metode ini mengenali penyebab kenapa anak berperilaku demikian dan berupaya untuk mengubah permasalahan dari akarnya.

 

Metode ini berbeda dengan kebanyakan metode lain, yang berusaha mengoreksi perilaku yang timbul tanpa mengenali alasan dibalik perilaku tersebut, sehingga seolah anak sedang mendapatkan hukuman. Misalnya, “Karena kamu tidak mau mandi, maka kamu tidak boleh main.” Metode seperti ini tidak efektif.

 

Disiplin Positif mengajarkan keterampilan hidup dan bersosialisasi yang membentuk karakter-karakter seperti: rasa hormat, kepedulian terhadap sesama, memecahkan masalah, menumbuhkan rasa tanggung jawab, mengajarkan anak untuk berkontribusi dan bekerjasama. Metode Disiplin Positif ini mengundang anak untuk mengenal kemampuan mereka dan bagaimana menggunakan perilaku mereka dengan cara yang positif dan membangun.

 

Fokus Mencari Solusi

Jadi, walaupun Disiplin Positif tidak menghukum, bukan berarti metode ini memperbolehkan anak berlaku semaunya. Praktek metode Disiplin Positif yang tepat menumbuhkan rasa hormat dan tanggung jawab karena fokusnya adalah mencari solusi; bukan menghukum.

 

Apakah mudah menerapkan Disiplin Positif? Berdasarkan pengalaman saya sebagai pendidik dan orang tua: TIDAK. Disiplin Positif tidak memberikan solusi untuk semua permasalahan dan bukan teknik yang instan. Mengapa? Karena setiap anak unik dan berbeda, karena setiap dinamika keluarga dan hubungan antara orangtua dan anak berbeda. Disiplin Positif adalah investasi dalam hubungan jangka panjang orang tua dengan anak dan merupakan sebuah proses yang menghormati dinamika hubungan setiap keluarga.

 

Pada artikel berikutnya, saya akan membagikan beberapa pengalaman pribadi saya sebagai orang tua dan pengalaman profesional saya sebagai pendidik dalam menerapkan metode Disiplin Positif dalam beberapa kasus nyata.

 

Originally published on Mommy's Helper website.

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload